Tampilkan postingan dengan label tugas kerangka dasar pemetaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas kerangka dasar pemetaan. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Oktober 2011

ITRF (INTERNATIONAL TERRESTRIALREFERENCE FRAME)


Nama               : FEBRIANA NINGSIH
NIM                : 10192521
Kelas               : B
No. Absen       : 9

Tugas Mata Kuliah Kerangka Dasar Pemetaan

Deskripsi ITRF (International Terrestrial Reference Frame)

ITRF (International Terrestrial  Reference Frame) merupakan suatu sistem geosentrik, dimana pusat dari masa bumi didefinisikan untuk seluruh bumi, termasuk lautan dan juga atmosfer. ITRF merupakan kerangka realisasi dari sistem referensi ITRS (International Terrestrial Reference System), yang direalisasikan dengan koordinat dan kecepatan dari sejumlah titik yang tersebar di seluruh permukaan bumi dengan menggunakan metode-metode pengamatan VLBI, LLR, GPS, dan DORIS. ITRS pada prinsipnya adalah sistem CTS (Conventional Terrestrial System) yang mendefinisikan posisi dan pergerakan di permukaan bumi serta dipantau oleh IERS (International Earth Orientation System).
Berdasarkan sistem koordinat dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1.      Lokasi Titik Nol : Geosentrik (di pusat bumi), Toposentrik (di permukaan bumi), dan Heliosentrik (di pusat matahari).
2.      Orientasi Sumbu : Terikat bumi (Earth-Fixed) dan Terikat langit (Space-Fixed).
3.      Besaran Koordinat : Jarak à Kartesius (X,Y,Z), Sudut dan jarak à Geodetik (ϕ,λ,h).
Secara umum karakteristik dari sistem koordinat ITRS adalah sebagai berikut (IERS,2000) :
1.      Sistem geosentrik, dimana pusat massanya didefinisikan untuk seluruh bumi termasuk lautan dan atmosfer.
2.      Satuan panjang yang digunakan adalah meter
3.    Sumbu-Z mengarah ke kutub CTP (Conventional Terrestrial Pole) yang dinamakan IRP (IERS Reference Pole).
4.      Sumbu-X berada dalam bidang meredian Greenwich yang dinamakan IRM (IERS Reference Meredian) dan terletak pada bidang ekuator bumi.
5.      Sumbu-Y tegak lurus dengan sumbu-sumbu X dan Z dan membentuk sistem koordinat tangan kanan.
6.      Evolusi waktu dari orientasi sistem koordinat dipastikan dengan menerapkan kondisi no-net-rotation dalam konteks pergerakan tektonik (horizontal) untuk seluruh permukaan bumi.

Sebuah kerangka acuan terestrial adalah kerangka acuan sebagai salah satu pandangan dari bumi  atau dari tanah bumi lain, seperti tubuh. Sebuah efek bingkai referensi terestrial cara kita memandang hampir segala sesuatu dari hari ke hari karena kita hidup di bumi dan titik pandang bumi adalah satu-satunya jenis yang dapat kita alami. Hasil yang paling nyata dari Frame Referensi Terestrial adalah cara matahari tampak terbit dan terbenam di langit setiap hari, ketika dalam kenyataannya itu adalah bumi berputar pada porosnya. Sudut pandang kita adalah pada dasarnya terdistorsi oleh tempat di mana kita melihatnya terjadi.
            Karena ITRF merupakan kerangka realisasi dari ITRS sehingga kerangka ini juga terikat dengan kerangka ICRF melalui pengamatanVLBI. Pada saat ini kerangka ITRF terdiri sekitar 300 titik di permukaan bumi yang mempunyai koordinat dengan ketelitian sekitar 1-3 cm serta kecepatan dengan ketelitian sekitar 2-8 mm/tahun. Titik-titik ITRF ini terdapat pada semua lempeng-lempeng yang kecil.
            ITRF diproduksi setiap beberapa tahun dengan menggunakan teknik matematika dan survei terbaru untuk mencoba mewujudkan ITRS setepat mungkin. Pada saat ini jaring kerangka ITRF dipublikasikan setiap tahunnya oleh IERS dan umumnya diberi nama ITRF-yy dimana yy menunjukkan tahun terakhir dari data yang digunakan untuk kerangka tersebut. Contohnya: ITRF 94 adalah kerangka koordinat dan kecepatan yang dihitung pada tahun 1995 dengan menggunakan semua data IERS sampai akhir 1994.